Sangkuriang Robotic

Outlined Text Generator at TextSpace.net

Kamis, 07 Maret 2013

Seven Sangkuriang Robotic Team di Gwangju, Korea Selatan

Inilah foto Seven Sangkuriang Robotic di Gwangju, Korea Selatan saat bertanding di "14th International Robot Olympiad 2012 South Korea" pada Desember 2012 lalu.

 PRESTASI internasional kembali diukir oleh pelajar Indonesia. Kali ini tim Sangkuriang Robotic SMP Negeri 7 Bandung berhasil meraih tujuh medali di ajang International Robotic Olympiad Ke-14 pada Desember 2012 lalu yang digelar di kota Gwang Ju Korea Selatan. Cuaca dingin di Korea Selatan sempat mengkhawatirkan para anggota tim. Namun Robo Shove dan Prison Break hasil rakitan mereka bisa bersaing dengan robot karya siswa dari negara lain.

Tim Sangkuriang SMPN 7 terdiri atas Prima Widianto Mozef, M Fakhri HA, Arya Putra RA, Refiar Nevanda Riqzan, Azman Syah Barran, Yasmine Afifah, Elvina Pustina Dhata, Vania Yulianti Mozef, Indra Satya Naufaldi dan Syahna Rahma Falihah. Mereka berhasil meraih lima penghargaan Technical Award untuk lima kategori Prison Robot dan dua penghargaan Special Award untuk kategori Robo Shove.

Menurut Azman, Prison Robot adalah jenis robot yang mampu mendeteksi halang rintang. Sedangkan Robo Shove adalah robot yang mampu menjatuhkan atau mendorong benda ataupun lawan yang ada di hadapannya. Semua robot ini murni dirancang mereka sendiri dengan dibimbing oleh Eril Mozef, seorang dosen ITB dan Yayat Sudrajat yang juga guru TIK SMPN 7 Bandung.

"Kami ikut kegiatan ekstrakurikuler robot, jadi terus berlatih merakit robot dan salah satunya yah kedua jenis robot yang ikut lomba ini," katanya ditemui di SMPN 7 Bandung, Selasa (8/1).

Menurut Azman, kesulitan untuk membuat robot-robot ini adalah dalam pemograman. Namun dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mereka ikuti, kendala-kendala yang awalnya sulit bisa diatasi. Karenanya mereka juga ingin berkreasi lebih bagus lagi.

Arya, anggota tim lainnya, mengatakan, kendala yang sempat membuat tim Sangkuriang khawatir adalah saat tiba di Korea Selatan, cuaca sangat dingin hingga mencapai minus 6 derajat. Kondisi ini tidak saja kurang nyaman buat anggota tim yang tidak terbiasa dengan kondisi dingin, tapi dikhawatirkan juga bisa merusak robot yang mereka bawa dari Bandung.

"Dan ternyata, saat lomba panitia baru memberi tahu kalau robot yang kita bawa harus dibongkar semua komponennya. Jadi kita seperti buat dari awal, di sini juga kita merasakan tantangannya," katanya.

Semua anggota tim diberi waktu tiga jam untuk merakit kembali robot karya mereka. Mereka harus sudah bisa menjalankan robot tersebut setelah dirakit. Tim sempat mengalami kendala juga saat menyolder komponen karena cuaca dingin membuat anggota tubuh terasa kaku, termasuk tangan-tangan mereka.

"Susah menyolder komponen yang sangat kecil, tangan kita terasa beku, takut salah solder, tapi Alhamdulilah, lancar," katanya.

Sepuluh anggota tim ini bersaing dengan 700 peserta dari 20 negara yang ikut dalam ajang ini. Menurut Yayat, pembimbing Tim, keunggulan robot karya siswanya karena benar-benar dibuat sendiri, mulai pencarian bahan sampai pemograman dan perakitan. Sementara banyak tim dari negara lain yang menggunakan robot lego atau robot yang hanya tinggal dirakit  dan diprogram.

"Poin inilah yang membuat juri kagum serta mendapat apresiasi dari tim-tim dari negara lain," katanya.

Kepala SMPN 7 Bandung, Suryamah, mengatakan keikutsertaan siswanya dalam ajang ini untuk membangun daya kreativitas siswa.  Mereka juga bisa mengasah kemampuan dan mengembangkan minat serta bakat, khususnya dalam bidang teknologi serta menumbuhkan sikap cerdas, inovatif, disiplin, dan tanggung jawab karena harus bertanding di luar negeri bersaing dengan siswa lain dari berbagai negara.

"Alhamdulilah, siswa siswi kami berhasil bersaing dengan siswa dari negara lain. Prestasi yang pasti tidak saja membanggakan kami, tapi keikutsertaan mereka juga membawa nama bangsa Indonesia," katanya. (*) 
Sumber : tribunjabar.co.id


Potensiometer


Potentiometer.jpg
Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser), potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.
  1. Elemen resistif
  2. Badan
  3. Penyapu (wiper)
  4. Sumbu
  5. Sambungan tetap #1
  6. Sambungan penyapu
  7. Cincin
  8. Baut
  9. Sambungan tetap #2]]
Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio), dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Sebagai contoh, sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC, jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu.
Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi, sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.

Konstruksi potensiometer
Sebuah potensiometer biasanya dibuat dari sebuah unsur resistif semi-lingkar dengan sambungan geser (penyapu). Unsur resistif, dengan terminal pada salah satu ataupun kedua ujungnya, berbentuk datar atau menyudut, dan biasanya dibuat dari grafit, walaupun begitu bahan lain mungkin juga digunakan sebagai gantinya. Penyapu disambungkan ke terminal lain. Pada potensiometer panel, terminal penyapu biasanya terletak di tengah-tengah kedua terminal unsur resistif. Untuk potensiometer putaran tunggal, penyapu biasanya bergerak kurang dari satu putaran penuh sepanjang kontak. Potensiometer "putaran ganda" juga ada, elemen resistifnya mungkin berupa pilinan dan penyapu mungkin bergerak 10, 20, atau lebih banyak putaran untuk menyelesaikan siklus. Walaupun begitu, potensiometer putaran ganda murah biasanya dibuat dari unsur resistif konvensional yang sama dengan resistor putaran tunggal, sedangkan penyapu digerakkan melalui gir cacing. Disamping grafit, bahan yang digunakan untuk membuat unsur resistif adalah kawat resistansi, plastik partikel karbon dan campuran keramik-logam yang disebut cermet. Pada potensiometer geser linier, sebuah kendali geser digunakan sebagai ganti kendali putar. Unsur resistifnya adalah sebuah jalur persegi, bukan jalur semi-lingkar seperti pada potensiometer putar. Potensiometer jenis ini sering digunakan pada peranti penyetel grafik, seperti ekualizer grafik. Karena terdapat bukaan yang cukup besar untuk penyapu dan kenob, potensiometer ini memiliki reliabilitas yang lebih rendah jika digunakan pada lingkungan yang buruk.
Potensiometer tersedia dengan relasi linier ataupun logaritmik antara posisi penyapu dan resistansi yang dihasilkan (hukum potensiometer atau "taper").
Pembuat potensiometer jalur konduktif menggunakan pasta resistor polimer konduktif yang mengandung resin dan polimer, pelarut, pelumas dan karbon. Jalur dibuat dengan melakukan cetak permukaan papua pada substrat fenolik dan memanggangnya pada oven. Proses pemanggangan menghilangkan seluruh pelarut dan memungkinkan pasta untuk menjadi polimer padat. Proses ini menghasilkan jalur tahan lama dengan resistansi yang stabil sepanjang operasi.

Pengetrim pasang PCB atau "trimpot", ditujukan untuk pengaturan yang jarang dilakukan

Potensiometer linier


Potensiometer linier mempunyap unsur resistif dengan penampang konstan, menghasilkan peranti dengan resistansi antara penyapu dengan salah satu terminal proporsional dengan jarak antara keduanya.. Potensiometer linier digunakan jika relasi proporsional diinginkan antara putaran sumbu dengan rasio pembagian dari potensiometer, misalnya pengendali yang digunakan untuk menyetel titik pusat layar osiloskop.
Potensiometer logaritmik
Potensiometer logaritmik mempunyai unsur resistif yang semakin menyempit atau dibuat dari bahan yang memiliki resistivitas bervariasi. Ini memberikan peranti yang resistansinya merupakan fungsi logaritmik terhadap sudut poros potensiometer.
Sebagian besar potensiometer log (terutama yang murah) sebenarnya tidak benar-benar logaritmik, tetapi menggunakan dua jalur resistif linier untuk meniru hukum logaritma.  Potensiometer log juga dapat dibuat dengan menggunakan potensiometer linier dan resistor eksternal. Potensiometer yang benar-benar logaritmik relatif sangat mahal.
Potensiometer logaritmik sering digunakan pada peranti audio, terutama sebagai pengendali volume.

Potensiometer lilitan kawat daya tinggi. Potensiometer jenis apapun dapat digunakan juga sebagai rheostat

Rheostat
ra paling umum untuk mengubah-ubah resistansi dalam sebuah sirkuit adalah dengan menggunakan resistor variabel atau rheostat. Sebuah rheostat adalah resistor variabel dua terminal dan seringkali didesain untuk menangani arus dan tegangan yang tinggi. Biasanya rheostat dibuat dari kawat resistif yang dililitkan untuk membentuk koil toroid dengan penyapu yang bergerak pada bagian atas toroid, menyentuh koil dari satu lilitan ke lilitan selanjutnya.
Potensiometer tiga terminal dapat digunakan sebagai resistor variabel dua terminal dengan tidak menggunakan terminal ketiga. Seringkali terminal ketiga yang tidak digunakan disambungkan dengan terminal penyapu untuk mengurangi fluktuasi resistansi yang disebabkan oleh kotoran.

Sumber : wikipedia.org

PCB


Papan sirkuit cetak (bahasa Inggris: printed circuit board atau PCB) adalah sebuah papan yang penuh dengan sirkuit dari logam yang menghubungkan komponen elektronik satu sama lain tanpa kabel.
Papan sirkuit ini mendapatkan namanya karena diproduksi secara massal dengan cara pencetakan.

Kronologi sejarah
  • 1936 - Papan sirkuit cetak pertama kali ditemukan oleh Paul Eisler, ilmuwan Austria yang memasukkan penggunaan papan sirkuit ini ke dalam sebuah radio.
  • 1943 - Amerika Serikat menggunakan papan sirkuit dengan jumlah besar dalam radio militer mereka.
  • 1948 - Komersialisasi papan sirkuit cetak di Amerika Serikat.
Setelah tahun 1950, papan sirkuit cetak telah digunakan secara massal di dalam industri elektronik.

Klasifikasi
Papan sirkuit cetak dapat digolongkan atas beberapa jenis berdasarkan:
  • susunan lapis
    • lapis tunggal
    • lapis ganda
    • multi lapis (4, 6, 8 lapis)
  • bentuk
    • keras
    • lunak (fleksibel)
    • gabungan keras dan lunak
  • spesifikasi
    • konvensional
    • penghubung kepadatan tinggi (High Density Interconnect)
  • material basis
    • FR4
    • logam
    • keramik

Sumber : wikipedia.org

Panel Surya


Panel surya adalah alat yang terdiri dari sel surya yang mengubah cahaya menjadi listrik. Mereka disebut surya atas Matahari atau "sol" karena Matahari merupakan sumber cahaya terkuat yang dapat dimanfaatkan. Panel surya sering kali disebut sel photovoltaic, photovoltaic dapat diartikan sebagai "cahaya-listrik". Sel surya atau sel PV bergantung pada efek photovoltaic untuk menyerap energi Matahari dan menyebabkan arus mengalir antara dua lapisan bermuatan yang berlawanan.
Jumlah penggunaan panel surya di porsi pemroduksian listrik dunia sangat kecil, tertahan oleh biaya tinggi per wattnya dibandingkan dengan bahan bakar fosil - dapat lebih tinggi sepuluh kali lipat, tergantung keadaan. Mereka telah menjadi rutin dalam beberapa aplikasi yang terbatas seperti, menjalankan "buoy" atau alat di gurun dan area terpencil lainnya, dan dalam eksperimen lainnya mereka telah digunakan untuk memberikan tenaga untuk mobil balap dalam kontes seperti Tantangan surya dunia di Australia.
Sekarang ini biaya panel listrik surya membuatnya tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari di mana tenaga listrik "kabel" telah tersedia. Bila biaya energi naik dalam jangka tertentu, atau bila penerobosan produksi terjadi yang mengurangi ongkos produksi panel surya, ini sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Pada 2001 Jepang telah memasang kapasitas 0,6 MWp tenaga surya puncak, sementara itu Jerman memilik 0,26 MWp dan Amerika Serikat 0,16 MWp. Pada saat ini tenaga listrik surya seluruh dunia kira-kira sama dengan yang diproduksi oleh satu kincir angin bear. Di AS biaya pemasangan panel surya ini telah jatuh dari $55 per watt puncak pada 1976 menjadi $4 per watt peak di 2001.

Sumber : wikipedia.org

Kumparan


Kumparan merupakan ukuan bagi arus yang dibawa oleh kumparan tersebut. Sebuah cermin yang dipasang pada kumparan menyimpangkan seberkas cahaya dan menyebabkan sebuah bintik cahaya yang telah diperkuat bergerak di atas skala pada suatu jarak dari instrument. Fek optiknya adalah sebuah jarum penunjuk yang panjang tetapi massanya nol. Dengan demikian penyimpangan kumparan merupakan ukuan bagi arus yang dibawa oleh kumparan tersebut. Sebuah cermin yang dipasang pada kumparan menyimpangkan seberkas cahaya dan menyebabkan sebuah bintik cahaya yang telah diperkuat bergerak di atas skala pada suatu jarak dari instrumen.
Contoh:
\mathrm{\mu H}= \frac{R^2 N^2}{9 R + 10 L}


Sumber : wikipedia.org

TRIAC


TRIAC, atau Triode for Alternating Current (Trioda untuk arus bolak-balik) adalah sebuah komponen elektronik yang kira-kira ekivalen dengan dua SCR yang disambungkan antiparalel dan kaki gerbangnya disambungkan bersama. Nama resmi untuk TRIAC adalah Bidirectional Triode Thyristor. Ini menunjukkan sakelar dwiarah yang dapat mengalirkan arus listrik ke kedua arah ketika dipicu (dihidupkan). Ini dapat disulut baik dengan tegangan positif ataupun negatif pada elektrode gerbang. Sekali disulut, komponen ini akan terus menghantar hingga arus yang mengalir lebih rendah dari arus genggamnya, misal pada akhir paruh siklus dari arus bolak-balik. Hal tersebut membuat TRIAC sangat cocok untuk mengendalikan kalang AC, memungkinkan pengendalian arus yang sangat tinggi dengan arus kendali yang sangat rendah. Sebagai tambahan, memberikan pulsa sulut pada titik tertentu dalam siklus AC memungkinkan pengendalian persentase arus yang mengalir melalui TRIAC (pengendalian fase).

Konstuksi Simbol TRIAC
Low-Current TRIAC dapat mengontak hingga kuat arus 1 ampere dan mempunyai maksimal tegangan sampai beberapa ratus volt. Medium-Current TRIACS dapat mengontak sampai kuat arus 40 ampere dan mempunyai maksimal tegangan hingga 1.000 volt.











Sumber : wikipedia.org

Penyearah Terkendali Silikon


SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate(G). SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.
Logo pada skema elektronik untuk SCR:
Scrlogo02.jpg
Guna SCR:
  • Sebagai rangkaian Saklar (switch control)
  • Sebagai rangkaian pengendali (remote control)
Diagram dan skema SCR:
Scrdiagram01.jpg
Ada tiga kelompok besar untuk semikonduktor ini yang sama-sama dapat berfungsi sebagai Saklar (Switching) pada tegangan 120 volt sampai 240 volt. Ketiga kelompok tersebut adalah SCR ini sendiri, DIAC dan TRIAC.

Sumber : wikipedia.org
 

7sangkuriangrobotic.blogspot.com

Ged a Widget

7SangkuriangRobotic

7SangkuriangRobotic

7sangkuriangrobotic.blogspot.com

Trollface / Problem? / Coolface  - Rage Face Comics